https://www.jpi.api-himpsi.org/index.php/jpi/issue/feedJurnal Psikologi Islam2026-05-17T14:08:40+00:00Subhan El Hafizjurnal@api-himpsi.orgOpen Journal Systems<p><strong>JOURNAL INFORMATION</strong></p> <table class="data" style="height: 252px; width: 100%;" width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>Journal title</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>Jurnal Psikologi Islam</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>Initials</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>JPI</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>ISSN Online</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1487739275">2549-9297</a></strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>ISSN Print</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1180427042"> 1858-1161</a></strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>Frequency</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>2 issues per year (June and December)</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>DOI</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>10.47399/jpi</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>Publisher</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><a href="https://api-himpsi.org/"><strong>Asosiasi Psikologi Islam (API) Himpsi</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>Subject Areas</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>Islamic Psychology, Psychology, Behavior</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>Citation Analysis</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=ySxty1wAAAAJ&hl=id">Google Scholar</a> | <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/23365">Garuda</a></strong></td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> <p> </p> <p>Jurnal Psikologi Islam merupakan kelanjutan dari Jurnal Psikologi Islami yang awalnya terbit dalam bentuk cetak/ hardcopy dengan ISSN 1858-1161. Dalam edisi cetak, Jurnal Psikologi Islami terbit perdana tahun 2005 dan terbit sampai Vol 3 tahun 2007. Namun sejak itu tidak pernah terbit lagi.</p> <p>Pada tahun 2017, Asosiasi Psikologi Islam, sebelumnya Psikologi Islami (dengan "i" pada kata Islam) bermaksud meneruskan Jurnal namun dalam bentuk daring (online) mengacu pada nama baru, yaitu Jurnal Psikologi Islam (tanpa "i" dalam kata Islam). Jurnal online ini memperoleh ISSN (2549-9297) pada tahun yang sama, yaitu 2017.</p> <p>Untuk menjaga sejarah, Jurnal Psikologi Islam yang dikelola oleh Asosiasi Psikologi Islam (API) meneruskan volume terbitan sebelumnya yang berakhir pada Volume 3. Sehingga terbitan pertama Jurnal Psikologi Islam dimulai dari Volume 4, Nomor 1 (2017).</p>https://www.jpi.api-himpsi.org/index.php/jpi/article/view/390Tazkiyatun Nafs dalam Menghadapi Distraksi Digital: Studi Kasus Mahasiswa Muslim2026-01-20T04:47:47+00:00Talita Nurul Iftitahxxxtalitaiftitah@upi.eduHilman Taufiq Abdillahxxxtalitaiftitah@upi.eduAceng Kosasihxxxtalitaiftitah@upi.edu<p>Distraksi digital merupakan tantangan serius bagi konsentrasi akademik dan kesehatan mental mahasiswa di era disrupsi teknologi. Intensitas keterhubungan digital yang tinggi sering kali melahirkan fenomena <em>Fear of Missing Out </em>(FoMO) yang berimplikasi pada melemahnya regulasi diri, spiritualitas, dan produktivitas akademik. Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis implementasi konsep <em>tazkiyatun nafs</em> sebagai strategi menghadapi distraksi digital pada mahasiswa Muslim dengan merujuk pada perspektif QS. Asy-Syams [91]: 9–10. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh mahasiswa Muslim yang mengalami gangguan akademik akibat penggunaan gawai berlebihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distraksi digital berkontribusi terhadap degradasi kedisiplinan spiritual dan sikap menanti-nanti dalam hal akademik. Implementasi <em>tazkiyatun nafs</em> melalui tahap <em>takhalli</em> (pembersihan diri dari distraksi negatif) dan <em>tahalli</em> (penguatan aktivitas bermakna dan spiritual) terbukti meningkatkan regulasi diri, ketenangan batin, serta resiliensi digital mahasiswa. Nilai-nilai QS. Asy-Syams ayat 9–10 berperan sebagai fondasi spiritual dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa agar tidak terjebak dalam ketergantungan semu terhadap teknologi digital.</p>2026-05-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 talita nurul iftitahhttps://www.jpi.api-himpsi.org/index.php/jpi/article/view/359Dimensi Psikospiritual dalam Kebahagiaan Islami: Studi Kausalitas pada Pendidik Muslim Yayasan Al-Bayan Bina Insani2025-12-17T08:28:03+00:00Salma Nuha Ghufronibnataghufron@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kebahagiaan Islami pada pendidik Muslim di Yayasan Al-Bayan Bina Insani. Kecerdasan spiritual dipahami sebagai kemampuan individu dalam memahami makna eksistensial, menghasilkan makna personal, mengenali realitas transendental, serta memperluas kesadaran spiritual. Adapun kebahagiaan Islami mengacu pada kondisi psikologis yang ditandai dengan hubungan yang dekat dengan Allah, ketenangan batin, rasa syukur, dan kehidupan bermakna yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksplanatori-kausal. Sebanyak 19 pendidik dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Instrumen yang digunakan yaitu <em>Spiritual Intelligence Self-Report Inventory</em> (SISRI-24) dan skala kebahagiaan Islami yang telah diadaptasi sesuai konteks budaya lokal. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh signifikan terhadap kebahagiaan Islami (R² = 0,791; p < 0,001), yang berarti sebesar 79,1% variasi kebahagiaan Islami dapat dijelaskan oleh kecerdasan spiritual. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kecerdasan spiritual merupakan prediktor kuat bagi kebahagiaan Islami pada pendidik Muslim. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan aspek psikospiritual sebagai bagian dari pertumbuhan profesional dan kesejahteraan dalam lingkungan pendidikan Islam.</p>2026-05-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Salma Nuha Ghufronhttps://www.jpi.api-himpsi.org/index.php/jpi/article/view/333Identitas Profesional Konselor Muslim: Spiritualitas, Etos Islami, dan Digital Mental Health2025-08-09T23:39:27+00:00Zubaedah Nur Fajriahzubaedahwriter.x12@gmail.com<p>Identitas profesional konselor Muslim merupakan konstruksi multidimensi yang memadukan spiritualitas Islam, prinsip-prinsip etika, dan adaptasi terhadap dinamika global seperti digitalisasi dan pluralisme budaya. Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis terhadap artikel-artikel jurnal ilmiah untuk mengkaji bagaimana ketiga dimensi tersebut, yaitu spiritualitas, etos, dan praktik digital, membentuk identitas profesional dalam konseling Islam. Analisis tematik digunakan terhadap 15 artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025, tinjauan ini mengidentifikasi tema-tema utama termasuk ketulusan (ikhlas), kejujuran (amanah), dan perilaku moral (adab) sebagai nilai-nilai panduan dalam praktik konseling. Dalam konteks digital, konselor ditantang untuk menggabungkan kompetensi teknologi dengan kesadaran spiritual guna memenuhi kebutuhan kesehatan mental kaum muda Muslim. Temuan ini juga menyoroti pentingnya mengembangkan model konseling Islam yang berbasis bukti dan sensitif terhadap konteks, yang sesuai untuk masyarakat multikultural dan yang semakin sekuler. Studi ini berkontribusi pada diskursus yang berkembang tentang konseling Islam dengan menyediakan kerangka kerja integratif untuk memahami identitas profesional konselor Muslim di era digital, dengan menekankan sifatnya yang dinamis, reflektif, dan berbasis nilai.</p>2026-05-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 zubaedah nur fajriah BIDAHhttps://www.jpi.api-himpsi.org/index.php/jpi/article/view/397Pengaruh Religiusitas Islam terhadap Celebrity Worship pada Penggemar K-Pop Muslim Anggota Komunitas Xkwavers2026-02-10T08:12:23+00:00Candra Oktiva Amandaoktivaamanda@gmail.comImam Faisal Hamzahimamfaisalh@ump.ac.idDyah Astorini Wulandariimamfaisalh@ump.ac.idItsna Nurrahma Mildaeniimamfaisalh@ump.ac.id<p>Perkembangan budaya <em>K-pop</em> yang pesat di Indonesia mendorong meningkatnya keterlibatan penggemar dalam aktivitas pengidolaan terhadap idola, yang dalam intensitas tertentu dapat berkembang menjadi perilaku <em>celebrity worship</em>. Pada penggemar <em>K-pop</em> Muslim, religiusitas dipandang sebagai salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kecenderungan keterlibatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas terhadap <em>celebrity worship</em> pada penggemar <em>K-pop</em> Muslim anggota komunitas X-traordinary Korean Wavers (Xkwavers). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 224 penggemar <em>K-pop</em> Muslim anggota komunitas Xkwavers. Instrumen penelitian yang digunakan adalah MUDRAS dan <em>Celebrity Attitude Scale</em> (CAS) yang telah dimodifikasi sesuai dengan konteks penelitian. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien regresi sebesar 0,244 yang menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh secara signifikan terhadap <em>celebrity worship</em>. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa religiusitas berperan dalam mengendalikan kecenderungan perilaku <em>celebrity worship</em> pada penggemar <em>K-pop</em> Muslim, sehingga keterlibatan pengidolaan dapat tetap berada dalam batas yang adaptif dan terkendali.</p>2026-05-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Candra Oktiva Amanda, Imam Faisal Hamzahhttps://www.jpi.api-himpsi.org/index.php/jpi/article/view/332Integrasi Psikologi Islam dan Kesehatan Mental di Masyarakat Arab: Suatu Kajian Literatur Sistematis2025-07-19T03:00:36+00:00Lutfi Rosyad Alfikrilutfirosyadalfikri060297@gmail.com<p>Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur sistematis yang bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi antara psikologi Islam dan praktik kesehatan mental dalam masyarakat Arab. Dengan menggunakan pendekatan naratif tematik yang berpedoman pada protokol PRISMA dengan menelusuri artikel dari basis data Scopus, Web of Science, ScienceDirect, DOAJ, dan Garuda menggunakan kata kunci terstruktur dan periode publikasi 2020–2024 untuk memastikan relevansi serta kebaruan temuan. Sebelas artikel ilmiah terpilih dianalisis untuk mengidentifikasi model intervensi, tantangan epistemologis, serta potensi penerapan nilai-nilai Islam dalam layanan psikologis. Temuan menunjukkan bahwa konsep spiritual seperti <em>tawakkul</em> (berserah diri kepada Allah), <em>sabr</em> (kesabaran), <em>shukr</em> (rasa syukur), dan <em>qalb</em> (hati) memainkan peran sentral dalam membentuk mekanisme koping, ketahanan psikologis, serta penerimaan masyarakat terhadap terapi. Di tengah tekanan sosial-politik, konflik berkepanjangan, dan transisi budaya, pendekatan psikologi berbasis Islam ditemukan lebih relevan secara kontekstual dan lebih sesuai secara budaya dibandingkan dengan model sekuler Barat. Kajian ini menekankan pentingnya pengembangan intervensi kesehatan mental yang partisipatif, peka budaya, dan berbasis komunitas sebagai alternatif yang berlandaskan pada prinsip ilmiah. Studi ini mendorong pengembangan paradigma psikologi Islam kontemporer yang holistik dan aplikatif untuk merespons dinamika sosial-keagamaan yang kompleks pada populasi Muslim.</p>2026-05-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 LUTFI ROSYAD ALFIKRI Lutfi