PENCEGAHAN TERORISME DENGAN PENDEKATAN ISLAMIC INDEGENOUS PSYCHOLOGY
Main Article Content
Abstract
Tulisan ini bermaksud memotret fenomena terorisme global. Terorisme secara garis besar dibedakan menjadi dua teroris kuat dan teroris terpojok. Terorisme kuat dilakukan oleh negara (seperti Amerika dan Israel) dan terorisme terpojok seperti orang-orang dan kelopok yang merasakan ketidakadilan. Teroris terpojok –hakikatnya adalah pejuang ideologi— melakukan sepak terjangnya dengan dimotivasi oleh niat membela saudara-saudaranya di belahan dunia lain yang mengalami ketidakadilan. Ada campuran antara jihad dan kemarahan. Ketika mereka berhasil melakukan aktivitas yang merugikan ketidakadilan, seperti bom yang merugikan kepentingan Amerika, Australia dan Israel, mereka merasa berhasil mencapai tujuannya. Tidak lah aneh ketika akhirnya Amrozi tersenyum, yang terkenal dengan senyum Amrozi.
Kata Kunci: Terorisme, Islamic Indegenous Psychology, Senyum Amrozi
Article Details
Di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA), pengguna bebas untuk: berbagi (menyalin, mendistribusikan, dan menyebarkan kontribusi), mengadaptasi (mengubah dan menggubah karya), serta menggunakan karya untuk tujuan komersial, dengan syarat: memberikan atribusi yang sesuai kepada pencipta asli, dan membagikan karya turunan dengan lisensi yang sama.